Senin, 06 April 2009

GT: Menggunakan dan Memelihara Peralatan Gambar

Kegiatan Belajar 1 :

MENGGUNAKAN DAN MEMELIHARA
PERALATAN GAMBAR

I. Tujuan : Siswa dapat menggunakan dan memelihara peralatan gambar.
II. Uraian Materi :
A. Alat-Alat Gambar.
Untuk mencapai tujuan menggambar yang baik, yaitu yang memenuhi standar ISO, kita perlu alat-alat yang baik pula. Dengan alat-alat yang baik dan ditunjang dengan keterampilan penggunaan alat-alat, akan tercapailah tujuan tadi.
Dengan peralatan yang lengkap belum tentu dapat terampil menggambar, kalau saja tanpa latihan. Dengan peralatan sederhanapun, jika penggunaan alat-alat gambar dilaksanakan dengan baik, konsekuen dan disiplin, akan membantu di dalam keberhasilan menggambar.. Sekali lagi ketekunan, kerajinan, kekonsekuenan dan kedisiplinan dalam menggunakan alat, merupakan langkah awal untuk keberhasilan dalam menggambar teknik.
Alat-alat yang sering digunakan dalam menggambar teknik di antaranya :
1. Kertas gambar yang sesuai standar.
2. Pensil atau rapido.
3. Jangka dan kelengkapannya.
4. Macam-macam mistar.
5. Mal busur (kurva)
6. Mal huruf dan angka.
7. Penghapus.
8. Peruncing pensil
9. Meja gambar dan perlengkapannya.
10.Komputer.
1. Kertas Gambar
a. Cara Menentukan Ukuran Kertas Gambar.
Kertas gambar mempunyai ukuran panjang dan lebar. Sebagai ukuran pokok dari kertas gambar diambil ukuran Ao yang mempunyai luas 1 m2 atau 1.000.000 mm2.. Perbandingan lebar dan panjangnya samadengan perbandingan dari sisi bujur sangkar dengan diagonalnya (lihat gbr 1.1).
1
2
Jika lebar bujursangkar mempunyai lebar (sisi) X dan diagonalnya y = x √2, selanjutnya x dipakai sebagai lebar kertas gambar dan y sebagai panjang kertas gambar (lihat gambar 1.2).







Karena ukuran kertas gambar Ao mempunyai luas x,y = 1.000.000 mm2, dengan y = x √2, maka :

x,y = 1.000.000 mm2

x . x√2 = 1.000.000

x2 1.000.000
√2

x = √707106,7 = 840,89 mm

y = 840,89 . √2 = 1189,19 mm

jadi ukuran pokok kertas gambar yang sudah terstandar adalah ukuran Ao dengan panjang 1189 mm dan lebarnya 841 mm (dibulatkan). Sedangkan untuk mendapatkan ukuran kertas gambar lainnya tinggal membagi dua, yaitu untuk ukuran :
1. A1 didapat dari Ao dibagi dua
2. A2 didapat dari A1 dibagi dua
3. A3 didapat dari A2 dibagi dua
4. A4 didapat dari A3 dibagi dua
5. A5 didapat dari A4 dibagi dua
dan seterusnya (lihat gambar 1.3)


3












Gambar 1.3

b. Ukuran Standar Kertas Gambar (ISO 216)
Sesuai dengan sistem ISO (Internasional Standardization for Organization) dan NNI (Nederland Normalisatie Instituet), ukuran kertas gambar ditentukan seperti terlihat pada tabel 1. Selanjutnya kertas gambar diberi garis tepi. C pada tabel adalah ukuran tepi bawah, tepi atas, dan tepi kanan, sedangkan tepi kiri untuk setiap ukuran kertas gambar ditetapkan 20 mm (hal ini dimaksudkan untuk membumdel, jika kertas gambar dibundel gambarnya tidak terganggu).

TABEL 1. UKURAN KERTAS GAMBAR

UKURAN DIMENSI SISI KIRI
(mm) C
(mm)
LEBAR (mm) PANJANG (mm)
A0 841 1189 20 10
A1 594 841 20 10
A2 420 594 20 10
A3 297 420 20 10
A4 210 297 20 5
4













Gambar 1.4
Kertas Gambar Dengan Garis Tepi


2. Pensil
Pensil yang dipakai untuk menggambar ada tiga macam, yaitu pensil biasa pensil yang dapat diisi kembali, dan pensil mekanik. Untuk ketiga jenis pensil ini mempunyai tingkat kekerasan tertentu, mulai dari yang lunak sampai keras. Tingkat kekerasan pensil dapat dilihat dari tabel 2.

TABEL 2. TINGKAT KEKERASAN PENSIL
LUNAK SEDANG KERAS
2B B 4H
3B HB 5H
4B F 6H
5B H 7H
6B 2H 8H
7B 3H 9H

5
Keterangan :
- H = Hard
- B = Black
- HB = Half Black
- F = Firm
- Angka di depan huruf H menunjukkan tingkat kekerasannya ( semakin besar harganya semakin keras ).
- Sedangkan angka di depan huruf B menunjukkan tingkat kelunakannya ( semakin besar angkanya, semakin lunak ).

a. Meruncingkan Pensil
Pensil biasa perlu diruncingkan, karena salah satu faktor baik atau buruknya suatu garis tergantung dari cara meruncingkan pensil. Oleh karena itu, meruncingkan pensil harus baik. Meruncingkan pensil jangan digosok-gosokan ke dinding, meja atau lantai sehingga dinding, meja atau lantai menjadi kotor. Oleh karena itu kita harus menyediakan ampelas halus (No.220 atau No.400) yang disimpan pada sebuah pelat (lihat gambar 1.5).












Gambar 1.5
6
b. Menggunakan Pensil
Untuk mendapatkan garis yang baik (rata/tajam) maka pensil harus ditarik sambil diputar pelan-pelan, dan kedudukan pensil 600 terhadap garis yang akan dibuat (lihat gambar 1.6).










Gambar 1.6

3. Mistar atau Penggaris
Mistar atau penggaris yang biasa digunakan waktu menggambar antara lain :
1) Penggaris/mistar segitiga (satu pasang)
2) Mistar T (teken hak)
Perhatikan gambar 1.7









Gambar 1.7
7
Keterangan :
1. Mistar segitiga sama kaki
2. Mistar segitiga siku-siku
3. Mistar T
4. Meja gambar

a. Cara Menggunakan Mistar Segitiga
Untuk membuat tegak lurus atau garis-garis sejajar. Baik tegak maupun mendatar, dapat kita gunakan sepasang mistar segi tiga (lihat gambar 1.8). Caranya sebagai berikut :
1. Letakan mistar segitiga sama kaki mendatar dengan posisi 1.
2. Letakan mistar segitiga siku-siku rapat pada sisi bawah dan peganglah dengan erat (tekan)
3. Bila kita membuat garis-garis sejajar sumbu x, geserkan mistar segitiga sama kaki ke atas atau ke bawah sesuai dengan kebutuhan.
4. Putarkan mistar segitiga sama kaki menjadi posisi 2 untuk membuat garis yang sejajar sumbu y atau garis-garis yang tegak lurus sumbu x.
5. Dengan menggeser mistar segitiga sama kaki pada posisi 1 dan memutar mistar segitiga sama kaki ke posisi 2, kita dapat membuat garis-garis mendatar maupun garis-garis tegak.












Gambar 1.8
8
b. Memelihara Mistar Segitiga
Hal-hal yang perlu diperhatikan di dalam pemeliharaan mistar segitiga diantaranya :
- Kebersihan, sebelum maupun sesudah dipakai hendaknya dibersihkan atau dilap sehingga pada waktu akan digunakan tidak mengotori kertas gambar.
- Penggunaan yang kurang sesuai misalnya dipakai untuk memotong kertas atau memukul sehingga mistar menjadi cacat dan bila dipakai untuk menggambar hasil garisnya tidak lurus lagi.
- Mistar segitiga ini pada umumnya terbuat dari plastik atau mika, pada ujung-ujungnya sering terjadi perubahan bentuk, mungkin karena terjatuh, atau karena adanya tekanan-tekanan, sehingga apabila dipakai menggambar hasil garisnya tidak lurus lagi.
4. Mal
Mal yang biasa dipakai di dalam menggambar teknik terdiri atas:
- Mal huruf
- Mal busur (kurva)
- Mal lingkaran
- Mal elips
- Mal khusus (tanda-tanda pengerjaan dan semacamnya)
a. Mal Huruf
Mal huruf yaitu alat yang digunakan untuk membuat huruf dengan perantaraan pen/rapido. Mal huruf mempunyai ukuran 0,25 ; 0,35 ; 0,5 ; 0,7 ; 1,4 ; dan 2 mm (lihat gambar 1.9).








Gambar 1.9
9
b. Mal Busur (Kurva)
Mal ini untuk membuat lengkungan-lengkungan yang teratur, misalnya lengkungan parabola, hiperbola dan sebagainya (lihat gambar 1.10).





Gambar 1.10

c. Mal Elips
Mal elips digunakan untuk membuat bentuk-bentuk elips. Misalnya gambar-gambar silinder, cincin, poros dan bentuk-bentuk lainnya (lihat gambar 1.11 dan 1.12).







Gambar 1.11
Gambar dibawah ini merupakan contoh gambar yang dibuat dengan bantuan mal elips.








Gambar 1.12
10
d. Mal dengan bentuk Lain/Sablon
Mal dengan bentuk lain/sablon ini mempunyai bermacam-macam bentuk, misalnya untuk simbol-simbol pengerjaan, tanda pengerjaan, anak panah dan lain-lain. Salah satu contoh mal bentuk lain adalah seperti yang terlihat pada gambar 1.13.











Gambar 1.13

5. Penghapus
Penghapus yang kita pakai untuk menghapus garis pensil yang tidak berguna, berupa penghapus putih halus (agar tidak meninggalkan warna). Bagian gambar yang dekat dengan terhadap garis yang dihapus perlu dilindungi (supaya tidak terhapus) dengan pelindung penghapus.

6. Pena Gambar
Bila kita akan membuat garis asli yaitu gambar yang ditinta, maka kita menggunakan pena. Pena ini ada dua macam, yaitu pena dengan mata/daun dapat diatur (trek-pen) dan pena dengan ketebalan tetap (tergantung dari ukuran yang diinginkan dengan ukuran yang bermacam-macam yang kita kenal dengan rapido).
a. Pena Dengan Mata Daun (trek-pen)
- Bagian-bagian pena daun dan kegunaannya (lihat gambar 1.14) :

11
1. Mur pengatur, untuk mengatur ketebalan garis yang diinginkan (lihat ukuran d dibawah ini)
2. Mata pena (daun pena) yang dapat bergerak sesuai dengan putaran mur 1
3. Tangkai
4. Lubang pengunci
5. Baut pengikat pena
6. Daun pena (mata pena) yang dapat diputar
7. Bagian-bagian pena yang perlu mendapat perawatan


















Gambar 1.14

- Penggunaan Trek-pen
Hal-hal yang perlu diperhatikan pada waktu menggunakan trek pen :
1. Tinta yang kita isikan di antara dua mata pena dengan tinggi x (pada gambar 1.14) jangan terlalu banyak (x= 3-5 mm).
12
2. Bagian luar daun pena harus dalam keadaan bersih (bebas tinta). Lihat no.8 pada gambar.
3. Penggaris yang kita pakai harus diganjal bawahnya atau dapat pula dengan cara membalik penggaris dengan kedudukan bagian miringnya berada di bawah.(lihat gambar 1.15)
4. Pada saat menarik garis, harus tegak dan ditarik 600 ke arah garis yang dibuat.(lihat gambar 1.15).
















Gambar 1.15
Jika mata pena bagian luarnya basah dengan tinta, maka tinta tersebut akan menempel/membasahi mistar dan terisap oleh kertas, sehingga antara kertas dan mistar terjadi pelebaran tinta (lihat gambar 1.16, pada posisi 1, dan bila pena ditarik ke posisi 2 akan diperoleh suatu garis).
Setelah selesai menggaris kemudian penggaris digeser dari posisi A ke posisi B, maka terdapatlah hasil garisan yang tidak memuaskan (gagal). Oleh karena itu hal-halyang perlu diperhatikan di atas perlu dipahami dan dilaksanakan, dicoba dan dilatih berkali-kali sehingga diperoleh pengalaman tersendiri.
13















Gambar 1.16

- Membersihkan Pena Daun (Trek Pen)
Setelah dipakai, pena daun harus segera dibersihkan, yaitu dengan memutar mata pena sehingga dapat dengan mudah kita membersihkan bagian dalam dari pena daun tersebut (lihat gambar 1.17).
Jika mata pena yang satu dengan mata pena yang lainnya tidak rata, maka pena tersebut dapat diratakan dengan cara mengasahnya pada ampelas halus atau batu asah ( lihat pula gambar 1.17)







Gambar 1.17

14
b. Rapido
Rapido memiliki bermacam-macam ukuran (dilihat dari ukuran penanya), dari 0,1 mm sampai dengan 2,0 mm. Dan untuk memudahkan pemilihan pen, maka tiap ukuran ditandai dengan warna tertentu. Salah satu bentuk rapido dapat dilihat pada gambar 1.18.


















Gambar 1.18

Untuk membersihkan pen rapido dapat ditempuh langkah-langkah sebagai berikut :
b. Lepaskan pena dari tangkai/rumahnya dengan menggunkan kunci pena yang tersedia.
c. Semprotkan air ke arah pena.
d. Ketuk-ketukan secara perlahan-lahan untuk mengeluarkan tinta di dalam pen tersebut dan semprot kembali dengan air sampai bersih.

15
7. Jangka
Jangka adalah alat yang digunakan untuk membuat lingkaran, baik dengan ujung pensil/potlot maupun dengan tinta.
- Macam-macam Jangka :
a. Jangka besar yang dapat membuat lingkaran antara 100 sampai dengan 200 mm.
b. Jangka sedang yang dapat membuat lingkaran antara 50 mm sampai dengan 100 mm.
c. Jangka kecil yang dapat membuat lingkaran antara 5 sampai 50 mm.
d. Jangka Orleon digunakan untuk membuat lingkaran yang tidak dapat dibuat oleh jangka kecil. Jangka Orleon ini dapat membuat lingkaran dengan diameter 1 mm sampai 5 mm.
- Menyimpan Jangka.
Jangka disimpan dalam kotak jangka sesuai dengan tempat dan bentuk jangka (lihat gambar 1.19)















Gambar 1.19


16
- Bagian-bagian jangka (Lihat gambar 1.20)





















Gambar 1.20

8. Papan Gambar.
Ukuran papan gambar disesuaikan dengan ukuran kertas gambar. Misalnya untuk ukuran kertas Ao ukuran papan gambarnya 1200 x 900 mm dan untuk ukuran kertas A1 ukuran papannya 600 x 450 mm. Papan gambar dapat dibuat dari kayu lapis (ply-wood) dengan alas kertas atau plastik lunak, atau dapat pula dibuat dari kayu keras lainnya. Papan gambar diletakkan di atas meja atau ditempatkan di atas standar yang dibuat khusus (lihat gambar 1.21).

17

















Gambar 1.21
9. Mesin Gambar
Mesin gambar ini berfungsi sebagai pengganti dari alat-alat gambar, misalnya mistar T (teken hak), mistar segitiga dan busur drajat.

B. Menyimpan Gambar
Untuk membuat satu unit alat (misalnya mesin) memerlukan beratus ratus gambar, bahkan beribu-ribu gambar yang harus dibuat. Oleh karena itu gambar harus diberi nomor(kodifikasi nomor urut). Nomor urut dibuat untuk memudahkan dalam mencari data/informasi sewaktu merakit atau mereparasi dari suatu suku cadang.
Selain diberi nomor, gambar perlu juga disimpan/diawetkan sebagai data/informasi untuk rencana-rencana baru. Penyimpanan gambar ini dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu :


18
1. Disimpan dengan dibendel dengan cara gambar dikumpulkan, gambar yang mempunyai ukuran besar dilipat sesuai dengan aturan melipat gambar, diurut sesuai dengan pengelompokkannya kemudian dibendel dalam satu file.
2. Untuk menghemat tempat, ada juga gambar diphoto diperkecil dan klisenya disimpan pada kartu berlubang untuk memudahkan mencari gambar yang diperlukan.
3. Dewasa ini gambar dapat dibuat denga komputer, maka penyimpanan gambar pun dapat disimpan/diawetkan dalam suatu disket/CD/hard disk.

C. Melipat Kertas Gambar.
Jika kertas gambar akan dibendel, maka kertas gambar yang berukuran besar perlu dilipat (kecuali gambar asli jangan dilipat). Agar gambar dapt diketahui dengan mudah identitasnya, maka kepala gambar (etiket gambar) harus ditempatkan pada lipatan paling atas sehingga kalau bendel dibuka akan segera terlihat etiketnya. Etiket ini memuat data penting dari gambar, misalnya nama gambar, instansi yang mengesahkan, pembuat gambar, sampai dengan nama bagian gambar.
Di bawah ini contoh melipat kertas gambar A3.














Gambar 1.22
19
Contoh melipat kertas gambar A2 mendatar















Gambar 1.23

D. Membuat Etiket (Kepala Gambar)
Setiap gambar kerja yang dibuat selalu ada etiketnya. Etiket dibuat di sebelah kanan bawah kertas gambar. Pada etiket/kepala gambar ini kita dapat mencantumkan :
- nama (pembuat gambar)
- nama gambar
- nama instansi, departemen, atau sekolah
- nomor gambar
- tanggal gambar dibuat atau selesainya gambar
- tanggal diperiksanya gambar dan nama yang memeriksa
- ukuran kertas gambar yang dipakai
- skala gambar
- proyeksi yang dipakai pada gambar tersebut
- satuan ukuran yang digunakan
- berbagai data yang diperlukan untuk kelengkapan gambar
20
Contoh beberapa etiket dan ukurannya dapat dilihat pada gambar di bawah.









Gambar 1.24

Keterangan :
a. Untuk nama gambar
b. Untuk nama instansi/sekolah/perusahaan
c. Untuk skala gambar
d. Untuk no.absen, kelas dan tugas/simbol proyeksi
e. Untuk kata ”Digambar”
f. Untuk kata ”Dilihat’’
g. Untuk kata ”Diperiksa”
h. Untuk kata ”Disetujui”
i. Untuk tanggal, bulan dan tahun pembuatan gambar
j. Untuk nama pembuat gambar

CONTOH :








21









E. Rangkuman 1.
Alat-alat yang sering dipakai dalam menggambar teknik di antaranya : Kertas gambar yang sesuai standar (ukurannya), pensil atau rapido, jangka dan kelengkapannya, macam-macam mistar (mistar segitiga, mistar T), mal busur (kurva), mal huruf dan angka, penghapus, peruncing pensil, dan meja gambar serta perlengkapannya.

F. Tugas 1.
Carilah beberapa contoh gambar kerja, pelajari bentuk dan keterangan apa saja yang ada dalam etiket gambar kerja tersebut.

G. Test Formatif 1.
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini !
1. Manakah dari ukuran-ukuran kertas gambar di bawah ini yang merupakan ukuran kertas A2 ?
a. Panjang 1189 mm, Lebar 841 mm b. Panjang 841 mm, Lebar 594 mm
c. Panjang 594 mm, Lebar 420 mm d. Panjang 420 mm, Lebar 297 mm
2. Kertas gambar yang memiliki ukuran panjang 420 mm dan lebar 297 mm adalah :
a. A1 b. A2 c. A3 d. A4
3. Kedudukan pensil yang baik terhadap garis yang dibuat adalah :
a. 40o b. 50o c. 60o d. 70o
4. Pernyataan-pernyataan di bawah ini merupakan fungsi atau kegunaan sepasang mistar segitiga, kecuali :
22
a. Untuk membuat garis-garis yang sejajar.
b. Untuk membuat garis-garis yang saling tegak lurus.
c. Untuk membuat / membentuk garis dengan sudut-sudut tertentu.
d. Untuk membuat garis-garis lengkung parabola.
5. Di bawah ini adalah sudut-sudut yang terdapat pada mistar segitiga siku-siku, kecuali :
a. 30o b. 40o c. 60o d. 90o
6. Besar sudut-sudut yang terdapat pada segitiga samakaki adalah :
a. 30o dan 60o b. 45o dan 60o c. 45o dan 90o d. 60o dan 90o
7. Fungsi utama mal busur (mal Kurva) adalah ?
a. Untuk membuat garis-garis lurus yang teratur.
b. Untuk membuat lingkaran-lingkaran tertentu.
c. Untuk membuat garis-garis yang membentuk sudut-sudut tertentu.
d. Untuk membuat garis-garis lengkungan yang teratur seperti parabola, hiperbola dan sejenisnya.
8. Pernyataan-pernyataan di bawah ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan pada waktu membuat gambar dengan trek pen, kecuali :
a. Tinta yg kita isikan diantara dua mata pena kira-kira tingginya 3 s/d 5 mm.
b. Bagian luar daun pena harus dalam keadaan bersih/bebas dari tinta.
c. Penggaris yang kita pakai harus diganjal bagian bawahnya atau penggaris
dibalik agar bagian yang miring dari penggaris berada di bawah.
d. Pada saat ditarik harus miring dan membentuk sudut 30o dengan garis yang dibuat.









Tidak ada komentar:

Poskan Komentar